Alasan Dibalik Re-branding

Belakangan ini banyak brand baru muncul ke permukaan. Meriahnya produk-produk baru sebagai pesaing kerap membawa pertanyaan serupa, “bisakah produk saya bertahan ditengah persaingan yang ketat?”, pertanyaan seperti itu akan anda jumpai pada beberapa pesaing bisnis anda, yang membedakannya adalah apa yang akan anda lakukan setelah menyadari persaingan gila tersebut?

Satu-satunya yang bisa anda lakukan untuk bertahan di tengah gempitanya persaingan yakni dengan branding. Namun bagaimana jika produk anda adalah produksi lama? Brand lama akan terus tergerus kepopulerannya dengan beberapa brand baru. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk kembali bertahan? jawabannya yakni re-branding.

Re-branding adalah proses pembentukan ulang citra perusahaan untuk merangkul lebih banyak pelanggan baru dan mempertahankan loyalitas pelanggan yang sudah ada. Sebuah perusahaan melakukan re-branding karena beberapa alasan. Pertama, karena peluncuran produk baru, atau perusahaan baru. Kegiatan re-branding ini diharapkan mampu menambah value pada perusahaan dan produk yang telah diusung.

Lalu, bagaimana sebuah perusahaan lama bisa tetap dikenal dan bertahan melalui branding? Perusahaan seperti apakah yang sudah harus memikirkan re-branding terhadap perusahaannya? Bagaimana tahapan yang tepat untuk rebranding? Kali ini kita akan sama-sama membahas lebih lajut, dan melihat lebih dalam, bagaimana perusahaan sudah bisa dikatakan harus lakukan re-branding.

Fungsi re-branding

Fungsi dari re-branding sendiri adalah membangun ulang citra perusahaan. Rebranding bisa dilakukan kapanpun dikala anda merasa harus memprogram ulang image produk anda di tengah persaingan. Mengembalikan citra baik pada perusahaan memang tak mudah, apalagi jika perusahaan atau brand anda baru saja mengalami sial, seperti jatuh saham merosok tajam akibat ulah tidak senonoh salah satu petinggi perusahaan, atau produk anda melewati massa expired namun tetap lolos dipasaran.

Sebagai contoh agar lebih mudah dipahami, mari kita ambil contoh kasus selebgram kenamaan di Indonesia, awkarin (Karin Novilda). Beberapa waktu yang lalu ia sempat menggemparkan jagat maya karena tertangkap kamera sedang melakukan bakti sosial di donggala. Hal ini sontak membuat para netizen keheranan, bagaimana tidak, awkarin yang dikenal sebagai influencer buruk untuk muda mudi, dengan kehidupan yang serba glamour kemudian rela berjibaku bersama relawan lainnya di Donggala.

Meskipun ia sudah mengklarifikasi bahwa itu adalah kegiatan biasa, yang ingin ia lakukan tanpa adanya embel-embel perbaikan citra buruknya di Internet, namun aksinya di tengah rakyat Donggala ini kerap elu-elukan oleh netizen. Pelbagai pujian ia tuai, dan perlahan citra buruk awkarin telah pudar. Tak berhenti sampai pada tugas relawan di Donggala, Awkarin sempat membuat video singkat tentang penjelasan tentang menghilangnya ia dari jagat maya.

Ia menjelaskan bahwa belakangan inet sangat tak ramah kepada dirinya dari sisi mentality, ia mencoba untuk melakukan re-branding image dirinya sendiri, dan berusaha mengembalikan awkarin yang lama, yakni yang ceria dan bahagia. Ia sempat bertutur bahwa, tingkahnya di internet selama ini hanyalah tuntutan kerja kontrak pada suatu management. Ia diwajibkan untuk terlihat seperti bad girl, yang ternyata tidak sepenuhnya fit in dengan kondisi mentality dan platform-nya belakangan.

Terbukti, dengan adanya re-branding yang ia lakukan, awkarin lebih dikenal sebagai sosok yang ceria dan inspiratif. Ia jauh terlihat mature, dan joyful dalam sorotan-sorotan kamera. Ini menunjukkan bahwa re-branding yang ia lakukan berhasil membuat ia bertahan di dunia entertaiment utamanya instagram.

Kapan Kita Memerlukan Re-branding?

Sebuah perusahaan melakukan re-branding ketika ia sudah tak lagi bisa bersaing dengan pendatang baru, atau akan meluncurkan produk baru, bahkan ketika sebuah produk sudah terlampau jauh dalam artian tidak sesuai dengan visi misi perusahaan.

Re-branding juga bisa digunakan sebagai strategi marketing untuk meraup keuntungan lebih banyak dari sebelumnya dan meredam issue yang beredar. Hal ini terjadi pada hampir seluruh perusahaan yang melakukan re-branding. Sebagai contoh, ialah salah satu perusahaan badan usaha milik negara yang sempat jatuh namanya karena kesalahan fatal yang dilakukan pimpinannya, yakni membawa pistol pribadi.

Namun tak memerlukan waktu lama, mereka segera melakukan re-branding pada perusahaan, dengan mengeluarkan CSR (customer service relation) berupa beasiswa besar-besaran. Tak hanya itu sosialisasi tentang perusahaan dan pembukaan pintu magang selebar-lebarnya juga dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Upaya-upaya ini diharapkan mampu mengembalikan citra baik perusahaan, dan memang semua usaha di atas sangat efektif dalam mengembalikan citra perusahaan yang sempat jatuh akibat kesalahan internal, dan nilai investasi saham kembali meningkat.

Segala contoh di atas bisa memberi pencerahan, bahwa re-branding sangatlah diperlukan sebagai upaya memaksimalkan nilai perusahaan. Re-branding juga mampu menaikkan level perusahaan atau produk yang anda jual 2x lipat dari sebelumnya. Maka dari itu re-branding sangatlah penting bagi perusahaan ataupun public figure.

Menata ulang, atau menyusun strategi re-branding bukanlah hal yang mudah. Perlu analisis yang lebih rumit jika dibandingkan dengan membangun branding dari awal. Evaluasi yang rutin dalam perusahaan juga diperlukan sebagai bahan utama re-branding. Oleh karenanya tenaga yang handal dalam menangani branding sangat diperlukan. Kemahiran yang telah teruji oleh pengalaman dan waktu juga bisa jadi faktor kualitas kinerja mereka.

Sarana Selaras Media adalah salah satu perusahaan yang memiliki semua karakteristik tersebut. Dengan Sarana Selaras Media, anda tak perlu khawatir apakah re-branding perusahaan anda akan tepat sasaran atau tidak. Karena pengalaman yang sudah teruji oleh waktu ini akan mempengaruhi kualitas pelayanan yang akan anda dapatkan. Tunggu apa lagi, mari re-branding perusahaan anda bersama kami.

Alasan Dibalik Re-branding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top