Cara Beriklan Dengan Baik

admin-sosial-media

Beriklan adalah salah satu cara untuk meningkatkan angka penjualan, terlepas dari apapun yang didagangkan. Iklan selain membantu meningkatkan penjualan, ia juga berfungsi agar produk anda dikenali banyak orang dari pelbagai kalangan, tak berhenti pada pengenalan produk, dengan iklan pembentukan branding juga bisa dilakukan melalui iklan. Iklan yang tepat dapat mempengaruhi percepatan pertumbuhan perusahaan anda.

Namun bagaimana cara mengiklankan produk anda dengan ideal dan sesuai dengan branding yang ingin anda bentuk? Harus kah kita mempelajari ilmu komunikasi sebelum mengiklankan produk? Apa saja jenis iklan? Sebelum itu mari kita kenali jenis-jenis iklan sebelum memutuskan strategi iklan yang tepat untuk produk anda

Hard selling

Hard selling secara konsep menyerupai direct selling atau biasa dikenal dengan penjualan langsung. Jenis iklan ini lebih cocok digunakan untuk anda yang memiliki bisnis di bidang kuliner atau fashion, dan jenis-jenis produk yang bersifat konsumtif kontinuitas.

Bisnis dibidang kuliner memiliki sifat kontinuitas yang cukup stabil, disamping itu karena makanan adalah kebutuan pokok yang pasti semua orang akan membutuhkannya.

Hard selling memiliki ciri khas melalui bahasa yang digunakan. Ia akan cenderung memilih diksi-diksi yang jelas berpromosi dan menggiring pembaca untuk membeli produk yang diiklankan. Ajakan dan anjuran untuk membeli juga akan santer terdengar pada jenis iklan hard selling.

Sebagai contoh, pernahkah anda menjelajahi sosial media? Pernahkah anda melihat iklan tv shopping? Ya, sebagian besar tv shopping menggunakan teknik hard selling, dimana pembawa acara akan terus mengajak penonton untuk segera membeli produk yang sedang ia pasarkan.

Soft selling

Soft selling merupakan teknik beriklan dengan lebih mengutamakan nilai-nilai atau benefit yang didapatkan setelah membeli produk tersebut. Soft selling memang menghindari penggunaan bahasa yang terbilang provokatif. Terkadang pendekatan yang digunakan untuk menyampaikan pesan tekadang melalui penokohan atau cerita inspriratif.

Pernahkah anda membaca atau melihat iklan yang seperti bercerita tentang kisah inspiratif? Misal ada produk shampoo, biasanya jika ia menggunakan soft selling, ia akan mengawali iklan tersebut tentang tokoh pengiklan dengan masalah rambutnya dan bagaimana bahan alami yang terdapat pada shampoo itu mampu mengatasi masalah rambutnya.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar pembaca atau penonton tidak menyadari bahwa apa yang ia lihat atau baca itu adalah sebuah iklan.

Teknik iklan soft selling ini juga terbukti lebih efektif, karena bahasa yang digunakan lebih mengutamakan apa yang pelanggan inginkan. Penonjolan nilai istimewa yang dimiliki produk tersebut tanpa bahasa yang terbilang terlalu dibesar-besarkan.

Dari kedua tipe iklan tersebut, anda juga bisa menyesuaikannya dengan jenis produk yang akan anda pasarkan. Dengan demikian target market anda akan terpenuhi sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Namun sebelum anda menentukan ingin menggunakan jenis iklan seperti apa, anda harus paham produk anda terlebih dahulu, ini adalah cara-cara untuk bisa dilakukan untuk menentukan jenis iklan mana yang pas dengan produk milik anda.

Target market

Siapa bilang target market hanya berlaku pada branding sahaja? Nyatanya target market juga memiliki andil dalam menentukan jenis iklan seperti apa yang pas bagi produk anda. sasaran calon customer juga mempengaruhi tingkat penjualan produk.

Penentuan target market juga berdasarkan produk apa yang akan anda jual. Misalkan anda menjual biji kopi nusantara, otomatis anda akan menyasar penggemar kopi dan orang yang baru ingin mencoba menikmati kopi. Dari situ, anda bisa memetakan dari usia berapa, orang yang termasuk pada kategori pecinta kopi itu.

jasa-digital-branding

Customer habits

Penjual yang baik adalah penjual yang memahami keinginan customer. Tak berhenti sampai disitu, penjual yang mampu memahami apa yang customer inginkan, ia pasti juga mengamati bagaimana kebiasaan customer dalam berbelanja.

Kebiasaan calon pembeli juga mempengaruhi pertimbangan anda dalam menggunakan metode beriklan. Contoh, andaikan anda sudah menentukan target market dan sudah memetakan calon customer, sudah barang pasti anda akan melanjutkan proses analisa pada tahap bagaimana kebiasaan calon customer yang berumur katakanlah 19 tahun.

Umur dewasa madya ini sudah pasti sangat familiar dengan internet, dan media cyber. Lalu, berlanjut pada tahap, apa saja yang di akses remaja berusia 19 tahun? Sosial media kah? atau laman resmi berita kah?

Menentukan media iklan

Rampung dengan marketing mapping, babak terakhir adalah menentukan menggunakan medium apa untuk beriklan.  Ketika kita sudah menentukan target market dan sudah memetakan kebiasaan calon customer yang anda targetkan, sudah barang pasti anda akan segera mengetahui media apa yang selalu diakses oleh rentan usia yang telah anda targetkan.

Menentukan media untuk beriklan juga menunjang target market anda tercapai. Mengetahui kebiasaan calon customer membantu anda untuk menentukan media iklan yang cocok untuk produk atau jasa yang anda jual.

Contohnya, jika produk yang anda akan jual adalah fashion, dan target market anda adalah perempuan berusia 19-35 tahun, pastikan anda menggunakan medium beriklan seperti instagram, atau website berita perempuan dimana dalam situs-situ tersebutlah yang biasanya perempuan dewasa madya akses.

Cukup rumit untuk mengiklankan produk ya? Perencanaan yang matang juga diperlukan agar tak terjadi kerugian yang cukup signifikan.

Namun di zaman yang serba cepat dan praktis ini menemukan jasa sosial media management dan brand builder terpercaya sangatlah mudah. Akan tetapi menjumpai yang profesional dan ahli seperti #SaranaSelarasMedia akan jarang sekali. Percayakan produk anda pada kami, dan anda akan mendapatkan pelayanan memuaskan tanpa henti.

Cara Beriklan Dengan Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top