Jangan Terjebak Dengan Panjat Sosial

Membangun citra memang perlu dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan dibidang apapun. Entah itu film, kosmetik atau perusahaan BUMN sekalipun. Menjaga citra baik perusahaan, adalah kunci utama dalam berbisnis. Membangun citra sama saja dengan membangun reputasi dan kepercayaan kepada pelanggan atau client anda.

Namun tak jarang, membentuk citra ini terkadang mengirimkan signal-signal yang kurang baik dikalangan masyarakat atau calon pelanggan. Pembentukan citra jika seperti itu akrab hubungannya dengan sindiran panjat sosial dan publisitas yang terlalu over. Hal ini wajar, karena dalam beberapa kasus memang, pencitraan disabotase untuk kepentingan narsistik dan glorify berlebihan yang tak memiliki agenda penting lainnya.

Keterjebakan pembangunan citra dengan panjat sosial memang terlihat sangat sukar diidentifikasi, namun sebenarnya hal ini sangat mudah dilihat, dan sangat mungkin untuk dicegah. Maka dari itu, dalam artikel ini mari kita bahas perlahan, apa saja upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjebak pada panjat sosial.

  • Tonjolkan prestasi bukan ilusi

Menonjolkan prestasi memang penting untuk keperluan publikasi. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah prestasi tersebut memang didapat dengan jerih payah dan proses yang jujur. Selain itu prestasi yang penting dan membanggakan adalah faktor utama.

Pastikan informasi penting yang dipublikasi adalah hal yang penting diketahui oleh penonton atau pelanggan anda. pencapaian ini juga harus ada keterkaitannya dengan bidang bisnis yang sedang anda geluti. Hindari menyebarkan informasi mengenai prestasi yang ilusionis, atau bahkan sensasional. Hal ini akan memperburuk citra perusahaan anda, atau anda pribadi.

Sebagai contoh yang kerap dilakukan beberapa selebritas untuk merebut perhatian adalah dengan menjual sensasi. Seperti terlibah kasus yang remeh temeh, mengekspose konflik keluarga, atau memborbardir media dengan informasi yang tak penting tentang rambut atau bulu mata. Hal-hal yang tak berkaitan sama sekali dengan prestasi harap dihindari untuk dipublikasikan secara berlebihan.

  • Hindari glorify berlebihan

Kita tadi sudah membahas sedikit tentang publikasi, sekarang lebih spesifik pada kebutuhan perusahaan dan mencegah glorify berlebihan. Tahukah anda, terkadang glorify berlebihan bisa menjerumuskan prestasi anda pada aktifitas panjat sosial.

Hal ini tak jarang terjadi. Bahkan sekelas media massa, terkadang terjebak dengan glorify berlebihan yang dilakukan sejumlah oknum yang ingin mendapatka spot light khusus di dunia yang penuh persaingan ini.

Sebut saja “dora”, mungkin masih segar diingatan kita bahwa kemunculan dora, gadis kecil berusia belasan tahun ini menggemparkan jagat maya dengan tulisan yang di klaim merupakan buah pemikirannya selama ini.

Glorify yang dilakukan media hingga menjadi trending tersendiri ini terbukti membawa dampak buruk bagi dora secara pribadi. Selain karena media massa yang sudah mengekspose profilnya secara berlebihan, fakta baru muncul bahwa tulisan itu bukanlah hasil pemikirannya sendiri.

Namun glorify tersebut sudah terlanjur mengakar dan merekam perjalanan dora dengan sangat baik maka dari itu, mempublikasikan sebuah karya secara berlebihan apalagi jika itu adalah karya palsu, sungguh sangat mengecewakan. Alhasil citra anda akan semakin buruk.

  • Jujur dengan proses dan kualitas

Tak hanya dora, berlebihan dalam glorify juga dialami oleh sineas muda yang terkenal karena menyutradarai film hingga manca negara. Namun sayangnya, selain glorifying informasi yang berlebihan, ia juga terjebak dengan kebohongan yang sengaja dibuat oleh publisisnya terkait proses dan kualitas film tersebut.

Glorify berlebihan, tertutupnya proses pembuatan film, bahkan perbedaan informasi tentang nominasi pada film tersebut seakan menambah kesialan sineas muda Indonesia satu ini. Tentu menjaga kejujuran dalam berproses dan kualitas diri adalah hal yang harus kita lakukan. Pencitraan bukan ditujukan untuk membohongi publik tentang apa yang sudah kita capai.

  • Akui kesalahan

Pernahkah anda menjumpai perusahaan melakukan kesalahan yang besar. Hampir semua perusahaan pernah melakukan kesalahan, entah dari masalah teknis atau internal. Namun tak semua perusahaan mampu untuk mengakui kesalahan yang ia buat secara gamblang.

Mengakui kesalahan adalah langkah yang tepat sekali untuk memperbaiki citra buruk yang sudah ternodai oleh kesalahan tersebut. Selain karena tindakan jujur anda, perusahaan akan tetap mendapatkan tempat pada hati pelanggan.

Misal, jika anda gemar traveling anda pasti tak asing dengan kasus salah satu vlogger traveler yang dilaporkan salah satu maskapai penerbangan indonesia atas tindak pencemaran nama baik, melalui vlog yang ia sebar luaskan melalu akun platform youtube pribadinya.

Dalam kasus ini, sebenarnya travel vlogger ini tidak salah, karena mengkritik menu makanan pada maskapai tersebut yang terbuat dari tulisan tangan. Tentu hal ini sangat mengecewakan bagi sebagian orang, dan kesalahan maskapai jelas terlihat. Namun sikap yang diambil maskapi tersebut justru melaporkan travel vlogger itu. Dari kasus yang terjadi, saham mereka menurun drastis.

Jika saja pihak perusahaan mampu mengakui kesalahan dengan baik, dan memberikan kompensasi atau permintaan maaf pada pelanggan, justru citra perusahaan akan tetap baik.

  • Rebranding

Melakukan rebranding ialah satu-satunya jalan agar anda tak terjebak pada panjat sosial. Rebranding berfungsi untuk membangun ulang citra perusahaan anda dari mimpi buruk. Jika telah terjadi kesalahan dan anda sudah mampu untuk secara terbuka mengamini kesalahan tersebut adalah bertanggung jawab.

Setelah itu membangun ulang branding perusahaan atau personal anda adalah langkah berikutnya untuk kembali muncul dan bertahan pada persaingan yang begitu ketat. Rebranding harus anda lakukan meskipun anda tidak membuat kesalahan. Karena gelombang persaingan yang menghadirkan produk baru tiap harinya, kegiatan rebranding bisa menyelamatkan produk yang anda jual dari gelombang tersebut.

Menggunakan jasa branding builder sangatlah disarankan. Disamping karena mereka lebih banyak memiliki pengalaman dibidang membangun citra, mereka juga menggunakan analisa yang akurat dan dikerjakan total karena itu adalah bidang yang ia kerjakan.

Mempertahankan citra buruk akan lebih mudah dibanding membangun citra baik dan jujur. Dengan begitu, semoga anda atau perusahaan yang anda pimpin tak pernah kehilangan kesempatan untuk berada pada spotlight utama di tengah gempita pasar persaingan. Jangan pernah terjebak pada upaya panjat sosial yang bisa melanggengkan citra buruk perusahaan anda. segera hubungi branding builder, untuk menyelesaikan permasalahan citra!

Jangan Terjebak Dengan Panjat Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top